in

14 Makanan Tradisional Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Bebas dari penjajahan Belanda selama 350 tahun di Indonesia, tidak hanya meninggalkan bangunan bersejarah bergaya Belanda, tetapi juga kulinernya. Seiring berjalannya waktu kini kuliner khas Belanda tersebut telah mengalami sedikit perubahan baik sajian maupun cara mengolahnya.

Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Nah, kalo Anda penasaran kuliner apa saja siih yang legendaris khas Belanda tersebut ? langsung saja yuuk kita bahas satu persatu :

1. Bitterballen

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Kalau  Anda suka sekali kongkow-kongkow alias nongkrong-nongkrong di cafe atau restoran yang menyuguhkan makanan Belanda, pasti di daftar menu, Anda bisa menemukan bitterballen. Tahukah Anda apa itu bitterballen? yaitu snack gurih dengan bentuk bulat dan ukuran kecil.

Snack ini tak jarang jadi menu andalan di Cafe atau restoran yang menyajikan makanan Belanda. Selain itu Bitterballen biasa dijadikan snack atau camilan yang dimakan saat perut dalam keadaan tidak lapar.

Setiap bulatan bitterballen diisi dengan keju gouda, sosis, cincangan ayam, daging sapi atau jamur kemudian bitterballen digoreng dalam minyak panas hingga menghasilkan tekstur yang renyah.

Baca:   7 Tempat Makan Enak di Bogor Sekaligus Tempat Nongkrong Paling Murah Terbaru

2. Poffertjes

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Bisa dibilang kue Poffertjes adalah kue empuk yang khas dari Belanda. Kalau dilihat dari namanya,  poffertjes berasal dari 2 kata yaitu poffer yang berarti pancake dan tje yang berarti mini. Jadi poffertjes sebenarnya adalah pancake yang berukuran mini dengan diameter 3 cm.

Penampilannya mirip panekuk, tetapi lebih kecil dan manis. Bedanya dengan panekuk, poffertjes dibalikkan sebelum salah satu sisinya matang sehingga hasilnya lebih lembut. Untuk penyajiannya, biasanya kue mungil nan lembut dari Belanda ini disajikan bersama taburan gula halus dan saus cokelat.

Untuk menambah rasa gurihnya, kamu dapat memvariasikan dengan tambahan parutan keju di dalamnya. Biasanya poffertjes disajikan dengan siraman sirup gula atau maple syrup dan taburan gula bubuk, atau bisa juga ditambahkan keju.

3. Appeltaart

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Sudah berabad-abad lamanya, masyarakat Belanda menikmati appletaart sebagai kudapan minum teh. Sampai sekarang di Indonesia pun masih sering kita jumpai appletaart menjadi suguhan yang mudah ditemui di café ataupun toko kue, apalagi menjelang hari raya seperti natal.

tahukah Anda bahwa Appletaart ini terbuat dari kulit pie yang diberi isian irisan apel yang sebelumnya diolah terlebih dahulu, kemudian ditambahkan bahan lain seperti gula, kayu manis dan perasan jeruk lemon. Untuk menambah selera dan cantik saat disajikan, kadang ditambahkan kismis dalam isian appletaart.

4. Sup Brenebon

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Sup Brenebon atau Sup berbahan kacang merah ini adalah masakan yang berasal dari pengaruh masakan Belanda yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia bagian timur atau Minahasa. Nama “brenebon” merupakan pengucapan lokal Manado yang berasal dari Bahasa Belanda, yaitu bruine bonen; bruine berarti “warna coklat”, sementara bonen berarti “kacang”, maka bruine bonen berarti “kacang merah”.

Selain itu sup ini ditambahkan sayuran yang disajikan dalam kuah kaldu daging, dengan campuran bumbu sup pada umumnya seperti bawang putih, merica dan bumbu-bumbu lain. Ada 2 macam jenis sup ini yaitu Sup brenebon memiliki kuah bening, sedangkan bruine bonensoep berkuah kental karena dicampur dengan krim.

Baca:   Makanan dan Minuman Khas Riau Yang Terkenal

5. Semur

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Siapapun pasti sudah tidak asing lagi dengan masakan semur, baik itu semur daging, ayam maupun semur jengkol. Namun saya yakin kalau Anda belum banyak yang tahu kalau masakan semur sebenarnya kuliner warisan Belanda. Menurut The Javanese, istilah semur berasal dari bahasa Belanda, yaitu smoor yang berarti rebusan.

Di Belanda, smoor merupakan olahan daging yang direbus bersama tomat dan bawang dalam waktu lama. Sementara di Indonesia, smoor berkembang dari bahan dasar daging sapi yang direbus bersama tomat dan bawang menjadi masakan kaya bumbu dengan berbagai bahan dasar.

Setidaknya ada enam variasi olahan semur berdasarkan buku resep tertua Di Groot Nieuw Oost-Indisch Volledig Kookboek, di antaranya Smoor Ajam I, Ajam Smoor II, Smoor Ajam III, Smoor Bandjar van Kip, Smoor Bantam van Kip, dan Solosche Smoor van Kip.

Kini semur dengan citarasa lokal sudah bermunculan hingga menjadi kuliner khas beberapa daerah. Foodies pasti tahu, kan olahan semur jengkol?Inilah kuliner khas Belanda yang sudah mendapat perpaduan dengan bahan lokal.

6. Klappertaart

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Menurut sejarahnya Klappertaart merupakan hidangan penutup yang muncul pada masa penjajahan Belanda. Klappertaat dikenal sebagai kue khas Manado. Selain itu  Klappertaart adalah ikon daerah Sulawesi Utara (Manado) juga telah masuk dalam Makanan Khas Nusantara bersama dengan 30 jenis makanan lainnya dari berbagai daerah.

Kue ini berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Resep adonan tersebut merupakan pengaruh saat zaman pendudukan Belanda di Manado. Kue ini paling nikmat bila disantap dalam keadaan dingin jadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar pendingin.

Saat ini Klappertaart sudah dikembangkan menjadi berbagai macam rasa atau flavor, ada rasa Durian, Chocolate, Keju, Rum Raisin, Blueberry, dan tentunya original. Di Manado sendiri Klappertaart sangat mudah didapatkan.

7. Kroket

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Kroket merupakan olahan daging berbalut tepung panir yang bisa ditemui hampir di semua negara. Di Belanda, kroket merupakan sejenis gorengan berbentuk lonjong dengan isian ragout, berlapis tepung panir, dan digoreng hingga kecokelatan.

Kroket seperti inilah yang diadaptasi kuliner Indonesia. Citarasa Indonesia juga mempengaruhi kroket Belanda. Bisa dilihat dari sate kroket, kroket isi ragout bumbu sate yang populer sebagai jajanan pinggir jalan di Belanda hingga saat ini.

8. Kaasstengels

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Kaasstengels berarti stik keju. Kue keju yang satu ini hadir di meja tamu saat Lebaran. Kaasstengels merupakan kue kering yang dibawa penjajah Belanda karena merupakan satu di antara hapjes atau snack yang cukup populer.

Baca:   12 Oleh Oleh Khas Bandung Terenak dan Awet Incaran Para Wisatawan

9. Lapis Legit

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Ternyata Kue yang cara membuatnya butuh kesabaran tingkat dewa serta berbahan telur paling banyak ini aslinya berasal dari Belanda. Dahulunya Lapis legit merupakan satu penganan manis yang biasa tampil dalam rijsttafel, jamuan gaya kolonial.

Kue ini mirip dengan kue lapis Eropa, namun dengan tambahan rempah-rempah khas Asia Tenggara. Pada masa itu, lapis legit disebut spekkoek alias spekuk. Pembuatan lapis legit terinspirasi dari kue Belanda dengan bahan lokal asli Indonesia.

Kue lapis legit dibuat dari berbagai macam rempah-rempah yang sangat disukai oleh orang Eropa di antaranya kapulaga, kayu manis, dan cengkeh.

10. Selat Solo

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Selat Solo dikenal sebagai kuliner peningalan Belanda sekaligus sebagai makanan ningrat Keraton Solo. Dari tampilannya saja, sudah nampak kuliner khas Solo merupakan variasi lokal bistik Eropa. Bistik daging atau lidah sapi yang merupakan bahan pokok, kini sudah dimodifikasi dengan topping keripik kentang dan saus yang lebih encer, manis, dan kaya rempah-rempah. ‘

Berbeda dengan saus bistik Belanda yang berbasis kaldu dan lebih kental. Penambahan sayuran rebus sebagai pengganti kentang tumbuk merupakan alasan hidangan ini diberi nama selat atau salada.

11. Macaroni Schotel

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Selain kue berbahan margarin, susu dan keju adalah kuliner yang mendapat pengaruh dari Belanda. Kue berbahan dasar makaroni juga merupakan hidangan peninggalan.

Meski bukan hidangan asli Indonesia, namun macaroni schotel telah ada sejak dikuasai Belanda. Olahan ini terbuat dari telur, susu, keju, dan daging. Kudapan satu ini pas sekali dijadikan menu utama saat brunch.

12. Ganjel Rel

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Roti ganjel rel adalah roti khas Semarang yang disebut kue gambang. Disebut ganjel rel, karena selain teksturnya yang bantat, bentuknya seperti ganjel atau bantalan rel. Bertekstur agak alot, namun sangat baik bagi pencernaan.

Roti ganjel rel berbentuk kotak, berwarna cokelat bertabur wijen, dan didominasi kayu manis. Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma cokelat dan kayu manis yang nendang di lidah.

Karena teksturnya yang ulet, makan dua potong saja sudah cukup mengenyangkan di perut. Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, masih asli dari zaman Belanda.

13. Kue Telur

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Kue telur masih mempertahankan citarasa autentik khas Belanda. Memiliki tekstur garing di luar dan lembut di dalam, menjadikan kue telur nagih alias pingin tambah. Kue telur dibuat dari tepung tapioka, gula, susu, serta telur. Semua bahan dicampur menjadi satu hingga menjadi adonan yang pas sempurna.

Kemudian kue telur dicetak berbentuk bulat-bulat seperti telur. Foodies bisa melahapnya dengan rasa original atau ditambahkan saus bercitarasa manis seperti green tea atau cokelat.

14. Rijsttafel

14 Makanan Tradisonal Ini Olahan Negeri Kincir Angin

Tidak hanya kuliner Indonesia yang mendapat pengaruh dari budaya Belanda, bahkan cara menyajikan makanan juga diadaptasi dari budaya Eropa. Disebut Rijsttafel yaitu  cara penyajian makanan berurutan dengan pilihan hidangan dari berbagai daerah di Nusantara.

Cara penyajian seperti ini berkembang pada masa Belanda. Mereka memadukan etika dan tata cara perjamuan resmi Eropa dengan kebiasaan makan penduduk setempat yang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok dengan berbagai lauk-pauk.

Baca:   Nikmatnya Sotong Pangkong, Makanan Khas Kota Pontianak

Cara penyajian ini populer di kalangan masyarakat Eropa-Indonesia dan tetap digemari hingga kini. Konsep penyajian makanan ini lengkap sesuai tata cara perjamuan resmi ala Eropa. Diawali dengan makanan pembuka atau appetizer, lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup.

(Sumber : http://travel.tribunnews.com/2016/08/16/kuliner-peninggalan-belanda-nggak-nyangka-17-makanan-favoritmu-ini-olahan-negeri-kincir-angin?page=5)

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Written by Melia Kusumawati

Nama saya Melia,  saya penulis artikel wisata, entertainment dan investasi.

Saya suka sekali menulis berbagai hal dalam kehidupan

Tinggalkan Balasan