in ,

Fenomena ‘K-Fever’, Baikkah Untuk Perkembangan Psikologis Remaja?

apa kamu juga penggemar K-Fever

Fenomena 'K-Fever', Baikkah Untuk Perkembangan Psikologis Remaja?

‘Booming’nya K-POP di kalangan generasi millenial, membawa banyak pengaruh. Sebut saja gaya berpakaian minim, rambut bercat warna-warni hingga gaya makeup flawless. Tak cuma sampai disitu, kata-kata seperti ‘Annyeong haseo’, ‘Annyeong’, ‘Ne’, ‘Aniyo’, ‘Kamsahamnida’, ‘Komawo’, hingga ‘Saranghae’ sering menghiasi percakapan-percakapan anak muda ‘Jaman Now’.

Panggilan seperti Eonni, Oppa, hingga Nuna mulai menggantikan panggilan mbak atau mas yang populer di kalangan masyarakat.

1. Penggemar setia K-drama, yang tahan streaming berjam-jam

Sumber gambar: Google

Belum lagi para penggemar setia K-drama, yang tahan streaming berjam-jam demi melihat aktor atau aktris favorit mereka di layar. Atau sekadar penasaran sama ending dramanya saja. Tak sedikit remaja yang ‘amat’ mengidolakan alur cerita suatu drama, hingga mengkhayalkan kisah cinta yang sama romantis dengan K-drama yang mereka tonton.

2. Remaja banyak mencoba meniru gaya-gaya korea

Sumber gambar : Google

Banyak sekali remaja yang mencoba meniru gaya-gaya korea setelah melihat Oppa-Eonni mereka saat tampil di panggung ataupun keseharian mereka. Terutama yang paling sering K-Fever berasal dari kaum hawa, meski kaum adam juga mengalaminya.

Lalu, banyaknya K-Fever ini memberi pertanyaan tersendiri bagi kita.

 Apakah baik ‘Fenomena K-Fever’ bagi kalangan remaja, terlebih bagi psikologis mereka?

Mari kita tengok saja sekitar kita. Budaya berpakaian ‘ala-ala seleb Korea’ agaknya kurang sesuai dengan Indonesia mengingat masih teguhnya budaya ketimuran pada negara ini, terlebih mayoritas masyarakat muslim di Indonesia. Bisa dikategorikan ‘Indonesia’ agak lebih kolot dalam menerima gaya berpakaian terbuka dibandingkan Korea, yang notabenenya minoritas Muslim.

Baca : Para Millennial Jadi Korban Zaman Now Yang Butuh Pertolongan!

3. Pergeseran nilai-nilai kosakata dalam berbahasa

Sumber gambar: Google

Lalu, pergeseran kembali nilai-nilai kosakata dalam berbahasa. Misal saja kata mas-mbak yang mulai tergeser dengan kata Oppa-Eonni. Atau ‘aku cinta kamu’ dengan ‘Saranghae’. Tak hanya percakapan lisan saja, silahkan buka isi chat kalian, pasti ada banyak sekali berseliweran kata-kata sejenis itu. Ini bisa jadi cukup berbahaya bagi kosakata bahasa Indonesia asli.

4. Banyaknya adegan ‘kissing’ pada K-drama berpengaruh bagi perkembangan remaja

Sumber gambar : Drama Fever

Lalu banyaknya adegan ‘kissing’ pada K-drama juga cukup menuai konflik bagi perkembangan remaja. Bukan tanpa alasan, mengingat remaja yang suka sembrono meniru tanpa menyaring atau mengolah lagi.

Membuat kalangan remaja seolah berlomba-lomba untuk mengikuti gaya berpacaran yang ditayangkan di K-DRAMA demi dinilai trendi. Meski nilai-nilai moral tersebut tak sesuai dengan adat istiadat dan nilai sosial di Indonesia.

Baca : Yuk Pasang Google Family Link! Agar Generasi Remaja Tak Terperosok Konten Negatif

Namun bukan berarti kita harus menilai semua efek K-FEVER sebagai bentuk negatif. Masyarakat kita bisa meniru banyak ‘budaya’ positif dari Korea. Misalnya semangat etos kerja, budaya tepat waktu, hingga rasa kebangsaan (nasionalisme) warga Korea yang kuat.

Positif atau negatifnya itu semua tergantung bagaimana kalian menyikapi budaya tersebut. Bagaimana apakah kalian setuju?

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

1 point
Upvote Downvote
Contributor

Written by Hilda Alintria

Seorang yang hobi menulis artikel dan menyukai dunia blog. Selain itu juga suka membuat desain digital. Saat ini tengah sibuk menulis artikel di sebuah blog berbahasa Inggris.

Story MakerStory Maker
Yuk Pasang Google Family Link! Agar Generasi Remaja Tak Terperosok Konten Negatif

Yuk Pasang Google Family Link! Agar Generasi Remaja Tak Terperosok Konten Negatif

Pakai 12 Cara Ini Biar Kamu Tak Gampang Terpengaruh Pergaulan Negatif

Pakai 12 Cara Ini Biar Kamu Tak Gampang Terpengaruh Pergaulan Negatif