in

LoveLove

Ironi Parodi – 3 Novel Satire Untuk Anda Mampu Menangisi – Menertawai Tragedi

Kamu harus baca

Ironi Parodi – 3 Novel Satire Untuk Anda Mampu Menangisi – Menertawai Tragedi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia satire merupakan gaya bahasa yang paling sering digunakan untuk menyatakan sindiran atau ejekan pada suatu keadaan dan seseorang. Satire biasanya diisi ironi, sarkasme, parodi dari sebuah keadaan mengerikan yang dikemas dalam bahan candaan ringan.

Mengerti satire berarti mampu menafsirkan kesedihan dan kelucuan pada saat bersamaan. Ungkapan satire mewakili banyak hal yang kadang membingungkan karna mencampur dua perasaan bersamaan. Anda bahkan bisa tertawa dan menangis pada ungkapan – ungkapan satire yang diberikan penyair di dalam bukunya. Nuansa kelam dan kebenaran paling sering menjadi tema novel – novel satire yang sudah banyak berkembang.

Baca : Jangan Terlalu Sedih! Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang

Sedikit berbeda dengan novel fiksi yang hanya terisi imajinasi, satire lebih benar jika dikategorikan kedalam fiksi absurd. Fiksi absurd merupakan sebuah narasi fiksi yang menempatkan fokus pada pengalaman karakter dalam menemukkanan jawaban serta makna – makna kehidupan. Lebih jelasnya, biasanya novel satire akan membawa anda berputar kembali untuk mempertanyakan konsep – konsep kehidupan, keyakinan, kebenaran, dan nilai suatu hal.

Ekspresi satire

Bersiaplah baper, dan berhenti mengharapkan akhir yang gamblang cemerlang kalau anda berminat membaca novel satire sebagai hidangan di waktu luang. Hampir seluruh novel satire isinya selalu samar, tidak pernah eksplisit. Kalaupun ada yang eksplisit, suguhan ambigu selalu berjalan di belakang.

Kalau novel satire terkesan gelap dan berat, anehnya selalu ada bagian yang membuat anda tertarik membacanya, terlebih pada isinya yang menyiratkan makna mendalam. Seperti melihat langsung sebuah kehidupan yang sengaja diparodikan. Dan hampir selalu bisa dipastikan ‘mengenyangkan’ karna lebih berbobot dari kebanyakan novel roman.

Ironi Parodi – 3 Novel Satire Untuk Anda Mampu Menangisi – Menertawai Tragedi

Tertarik? Berikut adalah beberapa daftar novel satire yang akan membuat anda berpkir ulang tentang demokrasi, kehidupan dan segala tetek bengek lain yang membuat anda menangis dan tertawa di saat yang sama. Bersiap menertawai kehidupan dan melihat tragedi dalam sudut pandang lain yang lebih menyenangkan.

  • Animal Farm – George Orwell

George orwell - animal farm

Sebenarnya, anda tidak perlu susah – susah membaca Animal farm untuk mengetahui keseluruhan cerita karna saking terkenalnya novel karya George Orwell – Animal farm ini, pada tahun 1954 telah dibuat versi animasi kartunnya.

Dan itu merupakan kali pertama saya melihat fabel animasi yang bertema terlalu berat dan sangat tidak cocok ditonton anak – anak. Tetap ada seninya, ada lucunya, tapi kesan satire yang dipersembahkan oleh Louis de Rochemont terlalu kentara bahkan ketika baru mulai di awal cerita.

Babi Jahat - Animal Farm

Bercerita tentang kehidupan sekelompok hewan di sebuah peternakan yang ditindas dan diperlakukan sangat kejam oleh pemilik manusianya. Semua hewan yang merasa tersiksa sekian lama akhirnya berkumpul untuk kemudian sepakat memberontak.

Pemberontakan terjadi, banyak yang mati, dan dimenankan oleh hewan – hewan peternakan. Pemimpin hewan pertamapun diangkat, seorang pemberani dan pintar yang memimpin langsung pemberontakan. Visi misinya adalah mengelola peternakan tanpa bantuan manusia, seluruhnya digunakan untuk dan dari hewan peternakan itu sendiri.

Animasi Animal Farm

Anehnya, peternakan tersebut tumbuh subur, hewan – hewannya makmur bahkan tanpa campur tangan manusia sedikitpun. Berkecukupan, tapi selalu ada seorang yang menginginkan kekuasaan. Dengan liciknya membunuh pemimpin pertama menggunakan hewan – hewan kasar yang dilatihnya dan terjadilah kudeta, kepemimpinan berubah otoriter dimana hanya sebagian yang diuntungkan dan hewan – hewan lain kembali menderita persis sama dengan saat diternakkan oleh manusia.

Karna mirip sekali dengan yang terjadi di seluruh negara – negara dunia, akhir yang ambigu justru menambah kesan bahwa George Orwell memang menampilkan sebuah parodi demokrasi kepemimpinan suatu negara dan masa depannya. Anda akan tercengang bagaimana gambaran yang diberikan terlalu mirip dengan kenyataan.

Baca : Pesona Warna Merah! Benarkah Salah Salah Satunya Menarik Gebetan Datang?

  • Candide – Voltaire

Ilustrasi - candide

Kata yang paling tepat untuk menggambarkan novel ini adalah malang, kemalangan yang berulang, dan lagi – lagi malang. Menceritakan seorang pemuda yang baik dan tabah yang memegang prinsip bahwa “Semua yang terjadi di dunia ini merupakan yang terbaik yang bisa terjadi.”

Jadi, kemalangan apapun yang menimpa sang pemuda selalu dianggap takdir, dan ia menerimanya dengan lapang dada meski rasanya sangat berat. Seperti saat ia harus menemui kejahatanyang dilakukan orang terhadap perempuan yang ia sayang, peperangan, bencana alam dan semua hal menyakitkan yang hanya bisa anda bayangkan.

Mungkin anda akan menangis haru, atau justru berhenti di tengah jalan karna tidak kuat membaca kemalangan yang datang tanpa pernah berhenti barang sebentar. Tapi jika anda cukup kuat untuk memahami dan meneliti pesan tersebunyi di dalam Candide, anda akan sadar bahwa sebuah pengajara yang diberikan memang satire – menyindir.

Jauh setelahnya, barulah sang pemuda menyadari bahwa apa yang ia anut selama ini kurang lengkap sepertinya. Manusia yang membuat dunia tidak sesempurna yang seharusnya. Dan alih – alih melihat dunia selalu indah saja, lebih baik bekerja untuk membuatnya menjadi nyata.

  • Brave New World – Aldous Huxley

Ilustrasi Utopia - Brave new World

Jika George Orwell merupakan orang pertama yang masuk ke dalam nomimasi penulis novel satire terbaik, maka rasanya akan sangat tidak adil jika meninggalkan seorang Aldous huxley yang merupakan inspirator dari George Orwell itu sendiri. Ia merupakan penulis berkebangsaan Inggris yang mampu membuat novel fiksi ilmiah terbaik pada masanya. Itu tahun1932, dan ia telah mampu merancang novel sci – fi yang jauh melampaui jamannya.

Ilustrasi Pembuatan Bayi Brave New World

Satire, karna dalam novel Brave New World, anda akan diajak kembali untuk mendefinikan kebahagiaan secara benar. Dalam bukunya, Aldous menggambarkan sebuah nirvana, dunia baru yang layaknya utopia dan semuanya sempurna. Ia bahkan menggambarkan peran pemerintah yang luar biasa dalam menjaga rakyatnya untuk tidak pernah menderita.

Menurut mereka, ketidakbahagiaan selalu bersumber dari tiga hal, tuhan, seni dan keluarga. Jadi demi menghilangkan seluruh sumber ketidakbahagiaan, pemerintah membuat kebijakan untuk menciptakan bayi dari gabungan kimia dan dikandung di dalam botol kaca, dirancang untuk tidak pernah sakit, tidak ada kecacatan dan selalu sempurna.

Baca : Fun Fact – Hewan Gajah dan 5 Hal Unik Lain yang Belum Anda Ketahui

Tiga lakon utama yang sangat berbeda watak dan sama – sama merasa tersisihkan meski berada di dalam dunia yang seharusnya penuh bahagia, akhirnya bertemu untuk kembali mempertanyakan tentang arti kebahagiaan itu sendiri.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Written by Anikawan1

Tinggalkan Balasan