in ,

Jangan Terlalu Sedih! Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang

Jangan larut terlalu lama dalam kesedihan

alloped-Jangan Terlalu Sedih! Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang

Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang, Mungkin banyak dari anda yang bertanya – tanya bagaimana seseorang bisa menjadi gila. Penyebab gen yang diturunkan dari kedua orang tua ke anaknya memang merupakan salah satu alasan yang menyebabkan seseorang bisa kehilangan kewarasannya. Akan tetapi, akan sangat salah apabila mejadikan gen satu – satunya penyebab gangguan mental yang diderita oleh sebagian orang.

Hampir sebagian besar kegilaan dimulai dari rasa sedih yang terlalu dalam. Rasa keterpurukan yang dialami seseorang ketika dihadapkan pada realita yang tidak sesuai dengan keinginannya. Jika anda sedang atau pernah mengalami fase kesedihan yang luar biasa, berhati – hatilah, karna kesedihan yang terlalu dalam bisa membuat seseorang kehilangan kewarasannya.

Dr. Elizabeth Kubler – Ross dalam bukunya yang berjudul “One The Death and Dying” mencoba mengkalkulasikan tahapan – tahapan kesedihan yang dialami manusia ke dalam 5 tahapan penting yang bermuara pada dua hasil kemungkinan, yaitu kesembuhan pasien yang mampu mengatasi kesedihannya, atau mereka yang akhirnya gila dan mengalami gangguan kejiwaan lainnya.

Alih – alih menetapkan hasil akhir berupa kegilaan, Dr. Elizabeth memberikan paparan mengenai tahapan – tahapan yang harus anda lalui agar mampu mengubah kesedihan tersebut menjadi obat yang membuat anda lebih kuat. Tidak semua orang harus melewati tahapan – tahapan yang sama bagi setiap individu yang berbeda – beda.

Beberapa Tahapan Kesedihan Untuk Menjadi Seorang Pemenang

Rangkuman dari setiap tahapan akan dijelaskan pada uraian di bawah ini.

  • Penolakan

denial

Fase paling awal ketika seseorang di hadapkan pada kenyataan yang tidak ia sukai, tidak ia pertimbangkan atau sama sekali jauh dari harapan adalah penolakan. Anda akan menolak fakta yang di paparkan oleh kehidupan dan menyangkalnya.

Denial, merupakan satu tahapan alamiah yang otomatis dan pasti akan anda lakukan ketika berapa pada suatu posisi dan keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan atau datang terlalu tiba – tiba. Penyangkalan akan membuat anda tidak melihat keadaan yang sebenarnya dan mencoba lari dari apapun yang membuat anda tidak nyaman.

  • Kemarahan

anger

Anda telah menerima fase penolakan menuju kenyataan yang ada, melewati fase kritis penolakan kemudian disambut dengan fase baru yaitu kemarahan. Anda akan mencoba menyalahkan siapapun pada fase ini. Marah adalah ciri utama karna gejolak emosi yang tersakiti.

Efek penyangkalan selalu menimbulkan kemarahan. Melampiaskannya pada suatu objek akan membuat seseorang merasa lega atau bahagia. Sebagian yang lain malah memilih memendamnya dan tidak mengumbarnya begitu saja.

Bagi mereka yang menyukai menunjukkan kemarahannya pada keadaan tertentu justru mampu menghasilkan masalah baru. Atau terjebak pada situasi yang merugikan diri sendiri. Seperti minum – minuman keras atau berkelahi. Anda bisa mengatasi tahapan ini dengan mendekatkan diri pada tuhan dan tetap mengontrol pikiran.

Baca : Pesona Warna Merah! Benarkah Salah Salah Satunya Menarik Gebetan Datang?

  • Bargaining

Penerimaan dan kemarahan telah hilang, secara otomatis, tubuh anda akan berada pada fase perundingan. Dimana anda bisa mempertimbangkan langkah – langkah yang akan anda lakukan selanjutnya. Melihat dengan sangat jelas keadaan yang ada dan mencari bagaimana penyelesaiannya.

Manusia memiliki satu kriteria yang membuatnya sangat kuat ketika berada di keadaan se-ekstrim apapun. Anda akan merasa putus asa karna seolah tidak ada jawaban dari semua permasalahan yang anda hadapi, akan tetapi, pada saat yang sama anda akan memiliki dorongan untuk berunding, untuk menegosiasikan keinginan anda tetap terwujud meski dalam situasi yang paling tidak mendukung.

Fase ini bisa dilukiskan dalam kalimat “andai saja . . .” yang merupakan gambaran paling sempurna isi dari seribu penyesalan, atau hal yang membuat anda mampu menerima keadaan. Anda bisa menggunakan kata tersebut untuk kembali berjuang dan menerima keadaan serta berjanji untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

  • Depresi

alloped-Jangan Terlalu Sedih! Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang

Fase paling kritis ketika seseorang mengalami kesedihan yang terlalu dalam adalah depresi. Pada fase ini seseorang telah mengalami atau melakukan tiga tahapan sebelumnya tapi masih belum mendapatkan apa – apa.

Ekspresi depresi setiap individu berbeda, anda mungkin bisa mengungkapkan depresi anda dengan berhenti makan, menutup diri di kamar atau bahkan sering melamun. Semuanya tergantung dari individu masing – masing yang bisa menaruh seseorang ke keadaan paling nyaman untuk dilakukan.

Pada sebagian orang, fase depresi merupakan fase kritis dimana seseorang bisa kehilangan kewarasannya, karna tidak mampu menerima realita. Gangguan kejiwaan seperti delusi dan paranoid bisa dialami seseorang apabila gagal menghadapi kenyataan dan terlalu lama di dalam fase depresi.

Baca : Bahaya Kalau Terlalu Kerja Keras, 15 Tanda Ini Akan Bikin Kamu Sadar

Anehnya, otak manusia memiliki mekanisme yang cukup unik bahkan mengerikan untuk mempertahankan diri dari rasa sakit atau sedih. Dimana ia mampu menghapus ingatan yang menyakitkan kemudian menggantinya dengan ingatan lain yang kabur. Seolah merupakan kebenaran bagi penderitanya padahal pada kenyataannya hal tersebut seratus persen salah. Hal inilah yang nantinya akan menimbulkan halusinasi dan bahkan delusi.

Pasien akan sulit membedakan yang mana realitas, dan mana yang bukan. Ia menganggap bahwa apa yang dilihatnya adalah kebenaran sebagai mekanisme menghindari rasa sakit. Kalaupun pasien tahu bahwa hal tersebut tidak nyata, akan tetapi akan sangat sulit menghilangkan halusinasi dan delusi yang telah terbentuk.

Jangan salah sangka jika pasien halusinasi dan delusi orang bodoh saja. Nyatanya, banyak pemikir – pemikir penting dunia mengalami halusinasi bahkan delusi ketika mereka bahkan mampu menciptakan penemuan yang luar biasa pintar. Seperti Isaac Newton dan John Nash.

  • Penerimaan

winning and dancing

Suatu proses perubahan selalu menghasilkan tahapan terakhir. Anda bisa melewati ke – empat tahapan sebelumnya dengan baik atau buruk, dan hal tersebut akan selalu bermuara pada satu titik penyelesaian terakhir. Anda tidak harus selalu menyelesaikan semuanya dengan baik. Melewati setiap proses dengan luar biasa untuk melewati kesedihan dengan hasil maksimal bukan suatu keharusan.

Tahapan penerimaan adalah sebuah fase dimana seseorang sudah mampu menerima realita. Baik ia menerimanya dengan baik atau buruk tidaklah terlalu berpengaruh pada prosesnya. Tahap ini akan membuat anda berpikir bahwa kesedihan tersebut sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi, hidup akan tetap menyeret anda kedepan entah anda menyukainya atau membencinya.

Bekas kesedihan tersebut akan terus ada atau justru sembuh dengan sendirinya hingga anda bisa menertawakannya. Tidak ada yang tidak pernah mengalami kesedihan dan ketika dihadapkan pada keadaan yang sangat menyedihkan cukup katakan kalau waktu punya caranya sendiri menjawab setiap pertanyaan.

Baca : 6 Nasehat Bijak Buat Kamu Cewek Milenial Agar Sukses Dalam Karir

Lalui saja, tidak perlu terus memberikan yang terbaik, seberat apapun masalah tersebut bahkan jika berakhir dengan buruk tetap akan ada tahapan akhirnya. Tunggu saja. Kenali kesedihan anda, dan mulai terapkan tahapan – tahapan kesedihan untuk membantu membuat anda menjadi individu yang lebih baik.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote
Participant

Written by Anikawan1

I Write what people want to read.

Story Maker

Menguak Tabir Misteri Si Mawar Biru! Sebenarnya Ada Nggak Sih Di Dunia?

alloped-Ingin Mendaki ? Ini 4 Gunung Yang Cocok Untuk di Daki Oleh Pemula

Ingin Mendaki ? Ini 4 Gunung Yang Cocok Untuk di Daki Oleh Pemula