in

Menguak Tradisi ‘’Si Mangkok Merah’’ Dari Suku Dayak Yang Menakutkan!

Mangkok merah dikeluarkan apabila berkaitan harga diri

Menguak Tradisi ‘’Si Mangkok Merah’’ Dari Suku Dayak Yang Menakutkan!
Rituak mangkok merah via https://www.boombastis.com/mangkok-merah-dayak/93542

Pernah mendengar tradisi ‘’Mangkok Merah’’ dari suku Dayak? Terdengar sangat mengerikan. Sebab bisa diartikan sebagai suatu pertanda akan ada datangnya peperangan, dan banyak memakan korban.

Bila dirunut asal muasalnya hal tersebut bagian dari adat istiadat Dayak di Kalimantan Barat. Ia mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi antar sesama rumpun Dayak, juga penghubung dengan roh nenek moyang. Hanya Panglima Adat yang berwenang untuk memanggil dan berhubungan dengan para roh suci dan dewa.

Menguak Tradisi ‘’Si Mangkok Merah’’ Dari Suku Dayak Yang Menakutkan

Menguak Tradisi ‘’Si Mangkok Merah’’ Dari Suku Dayak Yang Menakutkan!

Pada mulanya adat itu bernama Mankok Jaranang, karena menggunakan mangkok yang diwarnai dengan ‘’jaranang’’, sejenis tanaman akar yang mempunyai getah berwarna merah dan digunakan untuk pewarna. Dulu dilakukan oleh masyarakat Dayak sebelum mengenal cat atau pewarna. Dipoleskan pada dasar mangkok bagian dalam, yang kemudian dikenal dengan nama ‘’Mangkok Merah’’.

Alkisah, mangkok tersebut dikeluarkan apabila terjadi suatu kasus yang bersinggungan dengan harga diri seseorang, misalnya tindaka asusila pelecehan seksual. Pelaku tidak bersedia menyelesaikan perkaranya, alias lari dari tanggung jawab. Pihak waris korban yang merasa terhina tidak terima, akan bersepakat melakukan aksi balas dendam. Melalui pengerahan massa secara besar-besaran dengan cara adat yang disebut Mangkok Merah.

Ini adalah opsi terakhir dan terpaksa dilakukan, bilamana cara baik atau kekeluargaan tidak mampu meredakan masalah yang timbul. Tentu saja itu tidak serta merta diambil begitu saja, tanpa ada pertimbangan matang. Sebab mengingat jatuhnya korban yang tidak sedikit yang diakibatkan, jika perang benar-benar dilakukan.

Baca : Fun Fact (Actual) Current War – Nicola Tesla vs Thomas Alva Edison

Latar Belakang peristiwa adat Mangkok Merah

Menguak Tradisi ‘’Si Mangkok Merah’’ Dari Suku Dayak Yang Menakutkan!
peristiwa adat Mangkok Merah via http://www.singkawang.info/2016/03/panglima-burung-sosok-sakti-yang-sangat.html

Berbicara latar belakang terjadinya peristiwa adat Mangkok Merah, pasti tidak akan pernah terlepas dari pemicunya. Sekadar info, bahwa masyarakat Dayak sangat terkenal dengan adat dan tradisinya, terutama masalah yang berkaitan dengan harga diri. Jika yang merasa berbuat kesalahan tidak ada itikad baik meminta maaf, atau menyelesaikan perkara dengan baik-baik, maka peperanganlah yang akan menyelesaikannya.

Dan bukan tentang kasus pelanggaran norma susila saja, yang diselesaikan dengan cara mengeluarkan adat Mangkok Merah. Pada jaman penjajahan Jepang di Pontianak dulu, sang Sultan pernah ditawan dan dibunuh oleh pihak Jepang, yang dikenal dengan ‘’Peristiwa Mandor’’.

Selanjutnya ada lagi saat penumpasan Paraku/PGRS, yaitu peristiwa pemberantasan kaum komunis di Kalimantan Barat, TNI dalam hal ini dibantu oleh suku Dayak, dahulu pada jaman presiden Suharto mereka sempat mendapat penghargaan atas segala jerih payah perjuangannya membantu mempertahankan kedaulatan NKRI. Dan terakhir kisah memilukan, yakni konflik Sampit yang melibatkan suku Madura.

Menurut masyarakat Dayak Kanayatn, keturunan ahli waris Samdiatn hal tersebut digambarkan sebagai garis lurus berikut ini :

1. Saudara sekandung (tatak pusat) disebut Samdiatn
2. Sepupu satu kali (sakadiritian) disebut kamar kepala
3. Sepupu dua kali (dua madi’ene) disebut waris
4. Sepupu tiga kali (dua madi’ene saket) disebut waris
5. Sepupu empat kali (saket) disebut waris
6. Sepupu lima kali (duduk dantar) disebut waris
7. Sepupu enam kali (dantar) disebut waris
8. Sepupu tujuh kali (dantar page)disebut waris
9. Sepupu delapan kali (page) disebut waris
10. Sepupu sembilan kali (dah baurangan) disebut waris

Baca : Ironi Parodi – 3 Novel Satire Untuk Anda Mampu Menangisi – Menertawai Tragedi

Pelaksanaan dan penanggung jawab adat Mangkok Merah adalah seluruh jajaran ahli waris korban, dipimpin dua madi’ene sebagai kepala waris. Dan jika semua sudah diberangkatkan, tak ada yang mampu mencegah, kecuali dengan upaya adat itu sendiri.

What do you think?

1 point
Upvote Downvote
Veteran

Written by Admin

Berbagi dan Bermanfaat Bagi Orang Lain Merupakan Kebahagian Tersendiri.
"Teruslah Berbagi Selagi Bisa"

Pengen Anti Ditolak Cewek? Ini 8 Jurus Saktinya Buat Kamu!

Pengen Anti Ditolak Cewek? Ini 8 Jurus Saktinya Buat Kamu!

alloped-Pikir Dulu Bro, 6 Fakta Ini Nggak Selalu Dilihat Cewek Dari Kaum Adam Lho!

Pikir Dulu Bro, 6 Fakta Ini Nggak Selalu Dilihat Cewek Dari Kaum Adam Lho!