in ,

Pakai 12 Cara Ini Biar Kamu Tak Gampang Terpengaruh Pergaulan Negatif

karakter orang di sekitarmu juga berpengaruh besar lho

Pakai 12 Cara Ini Biar Kamu Tak Gampang Terpengaruh Pergaulan Negatif

Jalan kehidupan manusia memang cenderung berliku dan pasti menemukan banyak halangan yang harus dihadapi ketika ingin mencapai sesuatu. Bagi kamu yang sudah terjun ke masyarakat entah dengan bekerja, berorganisasi, atau semacamnya pasti paham bahwa banyak karakter yang akan ditemui.

Berbagai macam watak dari orang-orang sekelilingmu secara otomatis juga pasti membawa dampak untuk kehidupanmu. Itulah sebabnya, penting bagi kamu memilih dan mulai memperhatikan bahwa peran karakter orang di sekitarmu juga berpengaruh besar pada pembentukan karaktermu.

Baca : Coba Deh! 6 Sisi Unik Ini Bisa Bikin Cowok Lebih Punya Daya Tarik

Cara Menjaga Diri dari Pergaulan Negatif dari Lingkup Pertemanan

Sebagai manusia tentu tidak bisa menghindari atau mencoba memilih teman berdasarkan satu poin saja. Banyak orang yang akan berinteraksi denganmu dan kamu harus pintar untuk bisa menyaring setiap karakter orang di sekitarmu. Ada saatnya kamu merasa risih atau tidak nyaman saat berada dekat dengan kawan yang membawa pengaruh negatif.

Sebaliknya, kamu pun akan merasa tenang saat harus berkumpul dengan sahabat yang membawa dampak positif pada karier dan kehidupanmu. Nah, biar kamu lebih santai menghadapi semua itu perlu buat kamu mengetahui cara agar tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif dari teman-teman yang memang membawa dampak buruk buatmu. Mencegah akan lebih baik bukan?

1. Abaikan Saja

http://riaricis.asia/cewek-yang-tinggal-sendiri-pasti-merasakan-dan-mengerti-tentang-5-hal-ini-baca-selengkapnya

Adanya pengaruh negatif yang muncul di sekitarmu tidak perlu menjadi bahan pertimbangan atau kamu pikirkan dengan keras. Misalnya, kamu punya teman kos yang malas merapikan kamar, malas mengerjakan PR dan semacamnya. Abaikan saja ya!

Memikirkan tingkah laku orang semacam itu hanya akan membuang waktu penting kamu. Hindari teman yang memang tidak memiliki tujuan hidup jelas sehingga kamu pun tidak terpengaruh dengannya. Namun, bila terpaksa harus satu kamar atau satu tim sebaiknya kamu mulai mengambil ancang-ancang agar tidak terlalu dekat bergaul ya!

2. Jangan Cerita Tentang Rahasiamu

https://catatanngocol.blogspot.com/2015/12/kenapa-cewek-gak-suka-diliat-isi-hapenya.html

Rahasia sejatinya merupakan cerita hidup yang tidak boleh diumbar pada banyak orang. Hanya orang-orang pilihan yang bisa menjadi partner kamu bertukar rahasia tentang kehidupan. Atau sebaiknya jangan dilakukan bila kamu tidak menemukan partner yang tepat.

Kalau kamu ingin curhat, sebaiknya pilihlah orang tuamu atau saudara terdekat saja. Orang-orang dari lingkungan sekitar setidaknya bisa memberikan saran yang membangun untuk masalahmu dan pasti akan berpikir dua kali sebelum mengumbar rahasiamu pada orang lain.

Manusia juga diyakini memiliki sifat dan hati yang berubah-ubah, sehingga dengan pedoman ini kamu bisa lebih berhati-hati sebelum bertindak. Tak sedikit dari sahabat yang mulanya berprilaku penuh perhatian dan kasih sayang, ternyata justru menjadi musuh dalam selimut di lain kesempatan. Kamu harus waspada dengan sahabat yang bermuka dua semacam ini ya! Langkah awalnya, sebaiknya kamu tak mudah menceritakan rahasia hidupmu pada orang lain.

3. Waspada Karakter Orang Lain

https://www.idntimes.com/life/inspiration/pinka-wima/cara-introvert-bisa-akrab-dengan-orang-baru/full

Karakter dan watak yang berbeda-beda pada setiap orang memang menjadi salah satu dinamika kehidupan sosial. Sebagai orang yang baru beranjak dewasa, pasti kamu akan lebih banyak bergaul dengan sahabat dari pada keluarga terdekat.

Nah, ketika kamu punya hobi bersosialisasi dengan berbagai macam watak dan karakter, sudah selayaknya kamu mewaspadai satu persatu dari sahabatmu itu. Saat ada karakter yang sedikit mencolok dan terkesan negatif, sebaiknya segera pikirkan langkah untuk menjauh darinya ya!

4. Abaikan Gosip Tentangmu

http://evelineew.blogspot.com/2014/11/5-cara-mengabaikan-omongan-orang-lain.html

Mulut setiap orang berbeda-beda. Ada yang hobinya berbicara sampai hobi diam seribu bahasa.  Kalau kamu menghadapi tipe orang yang diam dan cenderung cuek, mungkin masih bisa didekati dengan cara lain. Namun, berhati-hati saat kamu menghadapi tipe orang dengan mulut besar dan mudah membicarakan orang lain. Tidak menutup kemungkinan mulut tersebut juga akan membicarakan tentangmu diluar sana.

Ketika kamu sekilas mendengarkan bahan gosip yang menjelekkan dirimu, sebaiknya itu tidak kamu sikapi dengan serius. Dengarkan hal-hal yang baik saja dan abaikan gosip yang hanya membuat waktumu terbuang sia-sia. Biarkan gosip tersebut berlalu sampai orang lain menyadari bahwa kamu memang tidak seharusnya dinilai buruk.

Baca : Jangan Terlalu Sedih! Lewati 5 Tahapan Kesedihan dan Jadilah Pemenang

5. Jangan Cepat Emosi

http://www.femina.co.id/health-diet/amarah-anda-sering-meledak-cek-5-cara-mudah-meredam-emosi-ini

Emosi adalah kunci sebuah pergaulan agar tetap dalam kondisi yang harmonis dan jauh dari kesalahpahaman. Namun, tidak semua orang bisa mengontrol emosinya dengan baik dan membuat keadaan tetap tenang. Bisa saja pengaruh negatif sengaja dihadirkan untuk membuat emosimu meledak dan membuatmu hancur berantakan. Tugas tidak selesai, hingga kondisi tubuh sakit karena memikirkan masalah yang sepele tanpa peduli akan kesehatan.

Nah, berkepala dingin dan tidak mudah terpancing suasana adalah langkah tepat untuk mengatasi segala pengaruh buruk di luar sana. Kamu memang tidak bisa melakukannya secara cepat, tapi cobalah melatih emosimu dengan pelan-pelan untuk menghindari pertikaian di kemudian hari.

6. Bergaul Lebih Intens dengan Teman Positif Saja

http://emakpintar.org/content/8097/hang-out-bersama-teman-dengan-manfaat-seru.html

Kalau ada teman yang memberikan pengaruh baik, kenapa kamu harus memilih dekat dengan buruk? Itu adalah pemikiran simple yang harus ada dalam benakmu. Tidak ada untungnya bergaul dengan sahabat atau rekan yang memberikan kamu pengaruh negatif. Hanya membuatmu tidak berkembang atau bahkan semakin menurunkan kemampuanmu.

Cobalah untuk memberikan ruang bagi dirimu agar bisa meluangkan waktu bergaul dan melakukan banyak hal dengan sahabat yang hobi olahraga, hobi berorganisasi, atau semacamnya. Ini bisa memperbaiki alur kehidupanmu dan menghindarkan kamu dari pengaruh kawan lain yang tidak memberikan perubahan positif.

7. Ramah pada Semuanya

https://miignon.com/manfaat-kalau-kamu-jadi-orang-murah-senyum-hayo-sudah-beginikah-kamu

Jangan menghindar dengan sikap yang terlalu menutup diri karena akan menimbulkan kesalahpahaman bagi teman-temanmu. Ya, tetap perhatikan bahwa keramahan dari kamu meski hanya berwujud senyum itu penting. Kamu boleh menghindari pengaruh negatif dari kawan terdekatmu dengan berusaha mencari alasan masuk akal ketika ada ajakan yang kurang bermanfaat. Selebihnya, tetap gunakan senyum sebagai tanda bahwa kamu menghargainya yang sudah berusaha menjadi teman terbaikmu.

8. Zona Nyaman, Saatnya untuk Keluar

https://www.tehpucukharum.com/pucuk-inspiration/4-cara-bikin-kumpul-bareng-teman-jadi-asik

Bila kamu berpikiran bahwa berada di zona nyaman akan selamanya aman, maka sebaiknya kamu buang pikiran itu jauh-jauh. Persaingan di masa depan akan semakin membuatmu tersingkir bila tidak dipersiapkan dari sekarang. Berada di zona nyaman dengan pengaruh dari teman-teman yang memberi dampak negatif justru membuatmu terlena.

Hal ini hanya akan membuatmu merasa tenang saat kawan lain meraih impiannya. Kamu tak kenal dengan kerja keras, hingga tidak ada peningkatan dalam kehidupanmu. Inilah yang berbahaya bagi karier dan kehidupan kamu di masa depan.

Berada di zona nyaman justru akan membuatmu stagnan dan tidak berkembang. Kamu tidak menjadi pribadi yang kuat dan tangguh karena tidak berusaha untuk memperbaiki diri. Langkah untuk keluar dari zona nyaman tersebut memang harus kamu ambil bila menginginkan perjuangan hidup yang sebenarnya. Jangan cemas atau takut karena banyak orang di sekitarmu yang akan membantumu meraihnya, terutama sahabat dengan pengaruh baik ya!

9. Percaya Diri

https://www.seruni.id/percaya-diri/

Percaya diri adalah simbol bahwa kamu mampu menghadapi segala rintangan dalam hidup dengan caramu sendiri. Dengan memiliki rasa percaya diri dan keyakinan kuat, kamu layak diperhitungkan dalam berbagai aspek kehidupan. Memang tidak mudah membangun rasa percaya diri sebagai langkah menghindari pengaruh negatif, namun apa salahnya mencoba?

Baca : 11 Tren Gaya Hidup di Kalangan Generasi Millennial Yang Kurang Produktif

10. Sering Mengontrol Diri

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-pengendalian-diri-self-control/8224

Mengontrol diri memang bukan hal yang mudah, apalagi ketika kamu telah memutuskan untuk tidak tinggal dengan orang tua. Ya, orang tua sebenarnya bisa menjadi pengontrol yang tepat bagi anak, ketika anak tersebut tumbuh dewasa. Kamu harus terbiasa mengontrol diri sendiri dengan jalan tetap memikirkan tujuan hidupmu. Kalau kamu hanya sekadar ingin bersenang-senang tanpa cita-cita jelas, sudah pasti banyak pengaruh negatif yang akan kamu terima.

11. Dekat dengan Orang Tua

https://mubaadalahnews.com/2016/11/3-konsep-dasar-relasi-orang-tua-dan-anak/

Orang tua adalah orang yang paling berada dekat denganmu, mengerti dirimu, dan paham akan apa yang terbaik bagimu. Beruntungnya bila kamu tinggal dengan orang tua dan bisa setiap hari bercerita pada orang tuamu tentang kehidupanmu diluar sana. Dengan memiliki ikatan dekat semacam itu, pengaruh negatif pasti akan menjauh karena kamu lebih punya supporter yang sangat paham akan dirimu.

Sayangnya, tidak semua orang yang berada di usia produktif memutuskan untuk tinggal bersama orang tua. Misalnya saja kamu yang memutuskan kuliah di luar kota, atau menjadi anak kos demi dekat dengan kantor tempatmu bekerja. Intensitas bertemu dan bercengkrama dengan oarng tua sudah pasti sulit kamu dapatkan.

Namun, tidak perlu cemas karena saat ini zamannya kecanggihan teknologi. Sejauh apapun kamu tetap bisa berkomunikasi dengan orang tua melalui sambungan telepon atau video call. Jadi, setidaknya kamu bisa menceritakan tentang apa yang kamu alami untuk mendapatkan saran yang tepat dari orang tua, termasuk saran mendapatkan teman yang baik.

12. Pikirkan Impianmu

http://motivasiterkini.blogspot.com/2014/10/langkah-menggapai-impian.html

Sudah sewajarnya bahwa orang hidup selalu memiliki impian yang ingin diraih. Bagi kamu yang sedang berada dalam usia produktif tentunya juga ingin segera meraih impianmu itu ya? Pikirkan impian terindahmu dan wujudkan semuanya dengan melakukan hal-hal positif. Dengan tetap berpegang pada prinsip dan keinginanmu meraih cita-cita, pastinya pengaruh negatif dari orang sebelah tidak akan sempat mampir ke benakmu.

Impian yang tinggi harus dibekali dengan kemampuan dan usaha kamu meraihnya. Jika kamu suda terpengaruh buruk dengan bermalas-malasan, pastinya impian akan terasa makin jauh nih! Nggak ingin hal semacam itu terjadi sama kamu kan? Tetap fokus pada cita-cita dan dukungan yang kuat dari keluarga besarmu. Itu bisa jadi semangatmu untuk tidak malas di usia produktif.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar. Cobalah untuk menggali potensi yang kamu miliki dan lakukan kegiatan bermanfaat untuk hobi positifmu tersebut. Dengan begitu, kamu tidak akan punya waktu untuk bergelut dengan pengaruh buruk dari sahabatmu. Peran orang tua dalam hal ini sangat penting, sehingga kamu pun harus memberi akses para ortu agar selalu mengontrolmu di saat-saat kamu membutuhkan nasihat.

Baca : Inilah 6 Alasan Pernikahan Dini Banyak Terjadi di Generasi Millenial

Nah, sudah tahu kan beberapa cara untuk tetap menjadi diri sendiri meski kamu sedang berada dalam pengaruh lingkungan sekitar. Kamu nggak perlu takut akan pengaruh buruk yang mungkin ada di sebelah kamu. Pastikan selalu yakin bahwa selama tidak melanggar hukum negara dan Tuhan, pastinya kamu bisa tetap di jalur yang benar. Hindari pengaruh buruk yang datang padamu dengan lebih banyak aktivitas produktif dan menghasilkan karya terbaikmu.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote
Advocate

Written by Yanita Nurhasanah

Menulis bukan awal mudah, akan tetapi akan menjadi sangat menyenangkan saat sudah terbiasa.

Story MakerStory Maker
Fenomena 'K-Fever', Baikkah Untuk Perkembangan Psikologis Remaja?

Fenomena ‘K-Fever’, Baikkah Untuk Perkembangan Psikologis Remaja?

Rahasia Make Up Yang Harus Kamu Ketahui Pemula